, Memahami Seluk-Beluk Teknologi Blockchain

Memahami Seluk-Beluk Teknologi Blockchain

Sekitar tahun 2017 lalu, dunia digemparkan dengan munculnya investasi baru yang membuat banyak orang kaya secara instan. Ya, itu adalah Bitcoin dan beberapa mata uang kripto lainnya.

Bitcoin dan mata uang kripto diciptakan berdasarkan teknologi kriptografi yang disebut dengan “blockchain”. Kali ini, kita akan membahas detail tentang teknologi Blockchain tersebut.

Apa Itu Blockchain?

Secara harfiah, blockchain didasarkan pada dua kata :

  • Block = Blok
  • Chain = Rantai

Jadi secara terjemahan, blockchain berarti rantai blok yang digunakan untuk penyimpanan transaksi secara digital.

Berbagai informasi akan disimpan pada sebuah blok digital, seperti tanggal, waktu, hingga jumlah yang ditransaksikan. Selain itu, informasi tentang siapa pelaku transaksi (pengirim dan penerima) juga akan tercatat.

Setiap blok tersebut menyimpan kode unik yang biasa disebut sebagai “Hash”. Kode inilah yang berperan untuk membedakan bahwa setiap blok berbeda dari blok lainnya.

Cara Kerja Blockchain

Seperti namanya, Blockchain terdiri dari beberapa blok yang dirangkai dalam satu tautan rantai. Ada beberapa hal yang harus terjadi agar blok tersebut tercipta dan dicatat :

  1. Transaksi harus sudah terjadi.
  2. Transaksi harus sudah diverifikasi.
  3. Transaksi sudah disimpan di blok.
  4. Blok sudah mendapatkan hash unik.

Apakah Blockchain Bersifat Rahasia?

Secara garis besar, siapapun dapat melihat konten dari blockchain. Itu sejalan dengan tujuan penciptaan blockchain pertama kali, yaitu mengedepankan transparansi untuk semua transaksi yang terjadi demi keamanan.

Siapakah Yang Bertugas Untuk Memproses Transaksi Di Blockchain?

Ada sebutan “Miner” di dalam blockchain. Miner atau penambang adalah perangkat komputer dengan tingkat komputasi tinggi, yang bertugas bersama-sama di dalam jaringan untuk memproses transaksi (memverifikasi, menulis, dan memperbarui).

Para Miner tersebut mendapatkan imbalan dari daya komputasi yang telah mereka gunakan. Imbalan tersebut berupa koin kripto yang dibagikan secara merata (tergantung tugas yang diselesaikan). Jumlah koin tersebut akan berkurang setiap waktu pada saat halving terjadi.

Silahkan Baca Juga :  5 Kesalahan Terbesar yang Dilakukan Merek Instagram

Apakah Blockchain Aman?

Tentu saja, blockchain sangat aman karena audit bisa dilakukan oleh siapa saja, tetapi dengan konsep suara terbanyak.

Setelah satu blok ditulis dijaringan, tidak akan ada cara lagi untuk merubah atau menghapus blok tersebut, sehingga history transaksi akan aman sampai kapanpun.

Memang bukan tidak mungkin untuk mengubah satu blok, namun itu akan sangat sulit untuk dilakukan (hampir tidak mungkin) karena kebutuhan daya komputasi setara dengan 51% dari total jaringan yang ada.

Selain itu, partisipan yang akan ikut menjadi miner akan diuji dengan “model konsensus” (pembuktian kerja mereka sendiri) sebelum diterima sebagai penambang di jaringan.

Kapan Blockchain Pertama Diciptakan?

Blockchain pertama diciptakan pada Januari 2009, tepat ketika mata uang kripto Bitcoin baru muncul.

Namun, konsep dari teknologi blockchain tersebut sudah ada sejak tahun 1991, yang ditulis oleh Stuart Haber dan W. Scott Stornetta. Mereka berdua menerapkan konsep cap waktu yang tidak dapat dirusak oleh siapapun.

Apa Itu Blockchain Wallet?

Blockchain wallet adalah dompet digital khusus yang berperan sebagai tempat penyimpanan mata uang kripto. Ada banyak sekali dompet blockchain yang tersedia, mulai dari dompet fisik, hingga dompet digital. Dompet tersebut memiliki 2 kunci utama yaitu kunci publik (public key) dan kunci pribadi (private key).

Kedua kunci tersebut akan diciptakan secara unik (tidak ada satupun kunci di dunia ini yang sama) ketika membuat dompet blockchain. Jadi, hanya Anda pemilik wallet yang dapat mengaksesnya.

Kelebihan Dan Kekurangan Blockchain

Seperti teknologi lain, tentu saja blockchain masih jauh dari kata sempurna.

Kelebihan Blockchain

  • Akurasi tinggi karena keterlibatan faktor manusia dihapus.
  • Pengurangan biaya operasional transaksi karena pihak ketiga (bank, layanan transfer, dll) tidak ikut campur.
  • Desentralisasi menjamin dana dan transaksi aman.
Silahkan Baca Juga :  Siapakah Pencipta Jaringan Internet Pertama Kali?

Kekurangan Blockchain

  • Butuh teknologi dan biaya tinggi untuk mampu ikut dalam kegiatan penambangan.
  • Kecepatan transaksi yang rendah (meskipun ada beberapa blockchain yang sudah mampu memproses lebih dari 1 juta transaksi per detik).
  • Riwayat penggunaan aktifitas terlarang akan tetap tercatat dan tidak bisa dirubah / dihapus.


Jangan lupa untuk meninggalkan komentar dan membagikan postingan ini jika bermanfaat, Trims 😉😘😍

Tinggalkan komentar